{"id":64,"date":"2014-11-12T01:59:00","date_gmt":"2014-11-12T01:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/masimamwis.wordpress.com\/2014\/11\/12\/hijrah-berkemajuan\/"},"modified":"2014-11-12T01:59:00","modified_gmt":"2014-11-12T01:59:00","slug":"hijrah-berkemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/2014\/11\/12\/hijrah-berkemajuan\/","title":{"rendered":"HIJRAH BERKEMAJUAN"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: left\">\n<!--[if gte mso 9]&gt;--><\/p>\n<p><\/p>\n<div class=\"MsoNormal\">\n<b><span><\/span><\/b><span> <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<b><span>PENDAHULUAN<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Pada era modern seperti sekarang ini kita dituntut untuk terus<br \/>\nmampu mengikuti perkembangan dunia. Perkembangan yang semakin pesat ini terjadi<br \/>\npada hampir semua dimensi kehidupan. Ilmu pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS)<br \/>\nadalah bagian dari dimensi global yang mengalami perkembangan. Perkembangan<br \/>\ntersebut juga tidak mengenal usia, bahkan kita sangat kesulitan untuk<br \/>\nmembedakan kebutuhan dan pola maupun gaya hidup remaja dengan dewasa pada masa<br \/>\nsekarang ini.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Ada sedikit kegelisahan yang muncul dalam diri penulis terhadap<br \/>\narus percepatan global yang semakin menjadi ini. Kita sebagai kaum muda<br \/>\ngenerasi penerus perjuangan agama, umat, bangsa dan negara ini seakan masih<br \/>\nterlena dan hanyut dalam uforia kemegahan dan gemerlapnya dunia. Sebagai<br \/>\ngenerasi muda yang sedang memasuki masa produktif justru terkesan abai dan<br \/>\nacuh. Sebagian orang hanya menganggap bahwa yang perlu dilakukan adalah apa<br \/>\nyang bisa membuatnya bisa hidup tenang dan tanpa tantangan (cari aman). Sebagian<br \/>\ndari yang lain masih terseok-seok menata kehidupan dan berjuang mempertahankan<br \/>\nhidup. Masih terlalu sedikit yang sadar akan tantangan yang sedang dihadapi.<br \/>\nMasih terlalu sedikit mereka yang paham dan peduli masa depan diri sendiri dan<br \/>\norang lain. Maka dari itu penulis mengajak dalam tulisan ini untuk mencoba<br \/>\nmengulas kembali makna perjuangan dan mengenal visi kehidupan untuk menjawab<br \/>\npercepatan global yang sedang dihadapi.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Hijrah berkemajuan merupakan gagasan yang mencoba diusung dalam<br \/>\ndiskusi ini. Sebuah bahasan lama yang sering kita dengar. Kata hijrah ter-ilhami<br \/>\npada masa Nabi Muhammad yang sampai saat ini sering diartikan berpindah.<br \/>\nBerkemajuan adalah kata populis (populer) yang sering digunakan untuk kalangan<br \/>\nteretentu (akademisi) sebagai arti sebuah perubahan yang lebih baik. Hijrah<br \/>\nberkemajuan harus diimplementasikan pada kehidupan kita khususnya sebagai<br \/>\ngenerasi muda.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<b><span>HAKEKAT HIJRAH<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Makna sederhana dari hijrah adalah berpindah dari suatu tempat ke<br \/>\ntempat yang lain. Menurut sejarah<span>\u00a0<br \/>\n<\/span>peradab islam, kata hijrah menjadi populer ketika Nabi Muhammad<br \/>\nmelakukan perpindahan dari Makkah ke Madinah. Banyak sejarah dan peristiwa yang<br \/>\ntelah digoreskan oleh nabi Muhammad saw. Di antara goresan sejarah yang sangat<br \/>\nmonumental dalam perjalanan hidup Rasulullah saw adalah peristiwa hijrah<br \/>\nRasulullah saw dan sahabatnya dari kota Mekkah ke kota Madinah. Dalam peristiwa<br \/>\ntersebut tampak sosok manusia yang begitu kokoh dalam memegang prinsip yang<br \/>\ndiyakini, tegar dalam mempertahankan aqidah, dan gigih dalam memperjuangkan<br \/>\nkebenaran. Sehingga sejarah pun dengan bangga menorehkan tinta emasnya untuk<br \/>\nmengenang sejarah tersebut agar dapat dijadikan tolok ukur dalam pembangunan<br \/>\nmasyarakat madani dan rabbani, tegak di atas kebaikan, tegas terhadap kekufuran<br \/>\ndan lemah lembut terhadap sesama muslim. Berikut beberapa ayat yang menyebutkan<br \/>\ntentang hijrah.<\/span><\/div>\n<p>\u00a0<br \/>\n<\/p>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<i><span>\u201cBarang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka<br \/>\nmendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.<br \/>\nBarangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan<br \/>\nRasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju),<br \/>\nmaka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi<br \/>\nMaha Penyayang.\u201d (An-Nisa: 100)<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<i><span>\u201cSesungguhnya<br \/>\norang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan<br \/>\nAllah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha<br \/>\nPenyayang\u201d Qs. Al-Baqarah 2:218).<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<i><span>\u201cDan orang-orang yang<br \/>\nberiman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang<br \/>\nmemberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin),<br \/>\nmereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan<br \/>\ndan rezki (ni\u2019mat) yang mulia. (Qs. Al-An\u2019fal, 8:74)<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<i><span>\u201cOrang-orang yang<br \/>\nberiman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri<br \/>\nmereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang<br \/>\nyang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah, 9:20)<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<b><span>Pada ayat-ayat di atas, terdapat esensi kandungan:<\/span><\/b><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;margin-left: 14.2pt;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;text-indent: -14.2pt\">\n<span><span>1.<span>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span>Bahwa hijrah harus dilakuakn atas dasar niat karena Allah dan tujuan<br \/>\nmengarah rahamt dan keridhaan Allah.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;margin-left: 14.2pt;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;text-indent: -14.2pt\">\n<span><span>2.<span>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span>Bahwa\u00a0 orang-oerang\u00a0 beriman yang berhijrah dan berjihad dengan<br \/>\nmotivasi karena Allah dan tujuan untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah, mereka<br \/>\nitulah adalah mu\u2019min sejati yang akan memperoleh\u00a0 pengampunan Allah,<br \/>\nmemperoleh\u00a0 keebrkahan rizki (ni\u2019mat) yang mulai, dan kemenangan di sisi<br \/>\nAllah.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;margin-left: 14.2pt;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;text-indent: -14.2pt\">\n<span><span>3.<span>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span>Bahwa hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang<br \/>\nkita\u00a0 miliki, termasuk \u00a0harta\u00a0\u00a0\u00a0 benda, bahkan jiwa.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;margin-left: 14.2pt;margin-right: 0cm;margin-top: 0cm;text-align: justify;text-indent: -14.2pt\">\n<span><span>4.<span>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/span><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span>Ketiga\u00a0\u00a0 ayat\u00a0 tersebut\u00a0 menyebut\u00a0 tiga\u00a0<br \/>\nprinsip\u00a0 hidup, yaitu \u00a0iman, \u00a0hijrah dan jihad. Iman bermakna<br \/>\nkeyakinan, hijtah bermakna perubahan dan jihad bermakna perjuangan dalam<br \/>\nmenegakkan risalah Allah.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Dalam konteks kekinian hijrah dimaknai lebih luas lagi. Hijrah<br \/>\ntidak lagi hanya dimaknai berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.<br \/>\nMenuntut ilmu, berhenti dari kebiasaan buruk (move on), dan lain sebagainya<br \/>\nadalah bagian dari hijrah yang sering kita lakukan.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<b><span>HAKEKAT BERKEMAJUAN<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Berkemajuan berasal dari kata \u201cmaju\u201d yang artinya bergerak kedepan.<br \/>\nJika diartikan maka berkemajuan memiliki arti suatu tindakan yang mengarah atau<br \/>\nsedang bergerak maju pada titik yang lain. Kata berkemajuan sangat akrab kita<br \/>\ndengar pada perjuangan seorang tokoh KH. Ahmad Dahlan. KH. Ahmad Dahlan adalah<br \/>\nsalah satu tokoh yang mempelopori semangat berkemajuan pada bangsa Indonesia<br \/>\nkhususnya umat muslim. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang didapat, beliau<br \/>\nmampu membuat visi perubahan dan mampu bergerak membangkitkan semangat umat<br \/>\nislam \u201cwaktu itu\u201d sehingga dapat keluar dari kejumudan dan keterbelakangan.<br \/>\nBeliau tidak hanya berhijrah secara pemikiran, tetapi aksi nyata juga<br \/>\ndilakukan. Salah satu wujud dari semangat berkemajuan umat muslim yang lakukan<br \/>\nwaktu itu adalah dengan didirikanya lembaga pendidikan yang diadopsi dari<br \/>\npemerintah kolonialis Belanda dan dimodifikasi menggunakan pendekatan agama.<br \/>\nSelain itu juga ada balai pengobatan dan tempat penampungan anak yati (Panti<br \/>\nAsuhan) yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh masyarakat waktu itu.<br \/>\nTentu tidak mudah melkukannya, banyak tantangan dan hambatan yang dialami.<br \/>\nTetapi dengan keyakinan dan kesabaran serta keikhlasan, kita sekarang mampu<br \/>\nmerasakan hasil dari semangat berkemajuan yang digelorakan saat itu. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Jika dikaitkan dengan masa sekarang, berkemajuan dapat diartikan<br \/>\nsebagai orang yang visionaris atau memiliki visi masa depan yang baik. Mampu<br \/>\nmeneropong masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang<br \/>\ndipelajari. Kata hijrah dan berkemajuan adalah dua kata yang saling menguatkan.<br \/>\nTidak hanya mampu berfikir akan tetapi juga mampu mengimplementasikan pada<br \/>\nkehidupan nyata. Mengikuti perkembangan yang adan dan tidak menutup diri adalah<br \/>\nkunci bagi kita untuk mampu bersaing dimasa sekarang ini. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<b><span>HIJRAH BERKEMAJUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Dalam perspektif islam, dicontohkan nabi Muhammad yang telah<br \/>\nmelakukan hijrah untuk mengembangkan dakwahnya dari Makkah menuju Madinah.<br \/>\nMembawa umat dari jamad jahiliyah menuju jaman keimanan. Mengangkat derajad<br \/>\nkemuliaan wanita yang pada jaman jahiliyah sangat tidak dihargai, dan masih<br \/>\nbanyak lagi contoh lainya. Disisi lain juga sudah dicontohkan oleh KH. Ahmad<br \/>\nDahlan yang membangkitkan semangat berkemajuan umat muslim sehingga bisa kita rasakan<br \/>\nsampai saat ini.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Dari penjelasan diatas, sesungguhnya kita sangat dianjurkan untuk<br \/>\nberhijrah. Contoh sederhananya adalah ketika kita merasa tidak mampu berbuat<br \/>\natau mengembangkan potensi diri, maka kita harus mencari tempat lain.<br \/>\nBagiseorang pebisnis jika merasa bisnis disatu tempat tidak menguntungkan atau<br \/>\njustru merugikan, maka dia harus pindah. Ketika kita berada ditempat yang tidak<br \/>\naman atau rawan onflik, maka demi keamanan kita wajib pindah. Atau misal kita<br \/>\nberada ditempat yang terserang virus\/radiasi bahan berbahaya, maka demi alasan<br \/>\nkesehatan kita harus pindah.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<b><span>HIJRAH BERKEMAJUAN DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<span>Mahasiswa harus \u201cmove on\u201d. Kita sebagai mahasiswa\/kaum muda yang<br \/>\nsedang memasuki masa produktif harus semakin sadar dan peka terhadap percepatan<br \/>\nglobal yang semakin hari semakin bertambah. Mahasiswa yang tugas utamanya<br \/>\nadalah belajar\/menuntut ilmu harus memapu mengelola potensi diri, menyerap<br \/>\ninformasi, dan tidak menutup diri terhadap arus global. Mahasiswa seharusnya<br \/>\ntidak tekungkung hanya pada persoalan akademik yang hanya beroientasi pada<br \/>\nangka saja. Mahasiswa\/kaum muda haris mampu membuat visi kedepan,visi yang<br \/>\ndiperoleh dari ilmu dan pengalaman. Berfikir maju dan berdaya saing, sebagai<br \/>\nmahasiswa muslim kita dibekali Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni juga<br \/>\ndiimbangi dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ). Dengan modal IPTEKS dan IMTAQ<br \/>\nmahasiswa mampu membuat hujrah, membuat visi kedepan yang lebih baik dan mampu<br \/>\nmengikuti percepatan global tanpa harus kehilangan norma-norma agama.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\">\n<b><span>Referensi : <\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\">\n<i><span>Substansi Hijrah dalam<br \/>\nKehidupan Seorang Muslim : H. Dedih Surana, Drs., M.Ag.<\/span><\/i><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\">\n<i><span>Pendidikan Muhammadiyah Menuju Indonesia Berkemajuan : Azaki<br \/>\nKhoiruddin<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span><i><span style=\"font-size: 12.0pt;line-height: 115%\">Penulis : <b>Wahyu Imam Santoso<\/b><\/span><\/i> <\/span><\/i><\/div>\n<p><!--[if gte mso 9]&gt;--><\/p>\n<p>  Normal<br \/>\n  0<\/p>\n<p>  false<br \/>\n  false<br \/>\n  false<\/p>\n<p>  IN<br \/>\n  X-NONE<br \/>\n  AR-SA<\/p>\n<p><!--[if gte mso 9]&gt;--><\/p>\n<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><\/p>\n<p> \/* Style Definitions *\/<br \/>\n table.MsoNormalTable<br \/>\n {mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br \/>\n mso-tstyle-rowband-size:0;<br \/>\n mso-tstyle-colband-size:0;<br \/>\n mso-style-noshow:yes;<br \/>\n mso-style-priority:99;<br \/>\n mso-style-parent:&#8221;&#8221;;<br \/>\n mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br \/>\n mso-para-margin-top:0cm;<br \/>\n mso-para-margin-right:0cm;<br \/>\n mso-para-margin-bottom:8.0pt;<br \/>\n mso-para-margin-left:0cm;<br \/>\n line-height:107%;<br \/>\n mso-pagination:widow-orphan;<br \/>\n font-size:11.0pt;<br \/>\n font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;;<br \/>\n mso-ascii-font-family:Calibri;<br \/>\n mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br \/>\n mso-hansi-font-family:Calibri;<br \/>\n mso-hansi-theme-font:minor-latin;<br \/>\n mso-bidi-font-family:Arial;<br \/>\n mso-bidi-theme-font:minor-bidi;<br \/>\n mso-fareast-language:EN-US;}<\/p>\n<p><span class=\"fullpost\"><\/p>\n<p><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDAHULUAN Pada era modern seperti sekarang ini kita dituntut untuk terus mampu mengikuti perkembangan dunia. Perkembangan yang semakin pesat ini terjadi pada hampir semua dimensi kehidupan. Ilmu pengetahuan, Teknologi dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,24,28,31,33],"class_list":["post-64","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-agama","tag-mahasiswa","tag-motivasi","tag-opini","tag-organsiasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}