{"id":33,"date":"2016-09-18T00:50:00","date_gmt":"2016-09-18T00:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/masimamwis.wordpress.com\/2016\/09\/18\/pemberian-reward-meningkatkan-kinerja\/"},"modified":"2016-09-18T00:50:00","modified_gmt":"2016-09-18T00:50:00","slug":"pemberian-reward-meningkatkan-kinerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/2016\/09\/18\/pemberian-reward-meningkatkan-kinerja\/","title":{"rendered":"Pemberian Reward Meningkatkan Kinerja"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: left\">\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\">\n<a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhHEljvNITQpwRjJW5TEO52DRXpHZ13uQec5WSUyF9CEvn_WBIQN-xPnYqhP-RyVmK46PPt5Ot717lVVA_mFIPgbTBSDFDqm2UB1vOL2wBCul_DtZGMIPXWQPwKUfYMvfXNxoRLgAFYTKo\/s1600\/reward.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"180\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhHEljvNITQpwRjJW5TEO52DRXpHZ13uQec5WSUyF9CEvn_WBIQN-xPnYqhP-RyVmK46PPt5Ot717lVVA_mFIPgbTBSDFDqm2UB1vOL2wBCul_DtZGMIPXWQPwKUfYMvfXNxoRLgAFYTKo\/s320\/reward.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\">\n\u00a0 \u00a0\u00a0<span style=\"font-size: xx-small\"><i>\u00a0foto : lyanda.com<\/i><\/span><\/div>\n<p>\noleh : Wahyu Imam Santoso<\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">\n<span>Organisasi tidak<br \/>\nhadir dari ketidak sengajaan, juga bukan tanpa sebuah alasan dan tujuan. Organisasi adalah sebuah keharusan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Organisasi<br \/>\ntidak sebatas sebagai wadah berkumpulnya banyak orang, tetapi juga wahana untuk<br \/>\nmenggapai suatu tujuan bersama. Terdapat berbagai macam dan jenis organisasi<br \/>\nyang kita ketahui misalnya organisasi sosial, organisasi <\/span><i>profit<\/i><span> (perusahaan) dan lain sebagainya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n<span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Didalam sebuah<br \/>\norganisasi pasti terdiri dari berbagai macam karakter dan latar belakang<br \/>\nanggotanya. Oleh sebab itu perlu<\/span><span><br \/>\nada<\/span><span lang=\"EN-US\">nya seorang pemimpin yang mampu mengakomodir semua<br \/>\nitu. <\/span><span>P<\/span><span lang=\"EN-US\">emimpin adalah seorang<br \/>\nsosok yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang mampu menjadi teladan, penyemangat<br \/>\ndan pendorong dalam sebuah organisasi. Hal tersebut juga berlaku pada<br \/>\norganisasi profit atau sebuah perusahaan yang juga terdiri dari berbagai<br \/>\nkarakter dan latar belakang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu<br \/>\nkemajuan sebuah perusahaan. Disitulah peran pemimpin dituntun dapat<br \/>\nmengakomodir keanekaragaman tersebut.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n<span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Didalam makalah<br \/>\nini, penulis akan mencoba menjelaskan tentang peran dan metode pemimpin sebuah<br \/>\nperusahaan dalam meningkatkan semangat kerja para karyawanya. <\/span><span>Pembahasan kepemimpinan dalam makalah ini berfokus pada<br \/>\npersoalan kinerja karyawan di dalam sebuah perusahaan. Kinerja karyawan juga<br \/>\nsangat dipengaruhi oleh bagaimana pemimpinnya bersikap dan bertindak. Oleh<br \/>\nsebab itu penulis menganggap bahwa pembahasan ini sangat penting untuk menjadi<br \/>\nbahan kajian bersama mengenai manajemen karyawan di sebuah perusahaan.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 36.0pt\">\n<span><br \/><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<b><a href=\"https:\/\/wahyu-oase.blogspot.com\/2018\/12\/mengelola-stres-dan-konflik-di-tempat.html\">Baca Juga Mengelola Stress dan Konflik di Tempat Kerja<\/a><\/b><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify\">\n<i><span lang=\"EN-US\">Apakah semangat kerja karyawan<br \/>\ndapat ditingkatkan dengan pendekatan \u00a0pemimpin dan pemberian <\/span><span>p<\/span><span lang=\"EN-US\">engahargaan<\/span><\/i><br \/>\n<span><br \/><\/span><br \/>\n<span>Organisasi dibentuk sebagai wadah bagi<br \/>\nsekelompok individu dalam mencapai tujuan tertentu. Efektif tidaknya organisasi<br \/>\ntergantung kepada sinergi atau kerja berdasarkan usaha bersama. Robbins<br \/>\n(1998:22) menyatakan terdapat 4 (empat) <\/span><i>outcome <\/i><span>dari perilaku anggota<br \/>\norganisasi yang utama bagi efektivitas organisasi, yaitu produktivitas,<br \/>\nkemangkiran, <\/span><i>turnover<\/i><span>, dan kepuasan kerja. Keempat <\/span><i>outcome <\/i><span>tersebut<br \/>\ndapat ditelaah baik pada unit analisis individual, kelompok, maupun organisasi.<br \/>\nPada level individual, faktor-faktor yang mempengaruhi <\/span><i>outcome <\/i><span>sepenuhnya<br \/>\nbersumberdari karakteristik internal anggota, meliputi karakteristik demografis,<br \/>\nciri kepribadian, nilai dan sikap pribadi, motivasi serta kemampuan (<\/span><i>ability<\/i><span>)<br \/>\ndasar yang dimiliki pegawai.<\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Steers (1995:142) mendefinisikan<br \/>\nkomitmen sebagai sifat hubungan dengan organisasi. Seseorang mempunyai komitmen<br \/>\nyang tinggi pada organisasi jika memperlihatkan: <\/span><span>K<\/span><span lang=\"EN-US\">einginan yang kuat untuk tetap menjadi<br \/>\nanggota organisasi yang bersangkutan, kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin<br \/>\ndemi kepentingan organisasi, <\/span><span>k<\/span><span lang=\"EN-US\">epercayaan<br \/>\nterhadap penerimaan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi<br \/>\nRobbins (1998:140). Usaha membangun komitmen digambarkan sebagai usaha untuk<br \/>\nmenjalin hubungan jangka panjang. Pegawai yang mempunyai komitmen terhadap<br \/>\norganisasi kemungkinan tetap bertahan dibandingkan dengan pegawai yang tidak<br \/>\nkomit<\/span><span>men<\/span><span lang=\"EN-US\">.<\/span><br \/>\n<span><br \/><\/span><br \/>\n<span>Selain beberapa teori diatas,<br \/>\nada beberapa hal penting juga yang perlu dikaji secara terpisah dan spesifik<br \/>\nyaitu semangat kerja, kepemimpinan, dan penghargaan (<\/span><i>reward<\/i><span>).<\/span><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><\/b><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><span lang=\"EN-US\">Semangat<br \/>\nkerja<\/span><\/b><br \/>\n<span>Semangat dalam bekerja adalah<br \/>\nbagian terpenting dalam sebuah perusahaan dan berpengaruh besar terhadap<br \/>\nkeberlangsungan perusahaan. <\/span><span lang=\"EN-US\">Semangat kerja seorang<br \/>\nkaryawan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh banyak factor. Salah satu factor tersebut<br \/>\nadalah sosok seorang pemimpin yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan<br \/>\nmengelola. Jika pemimpin mampu menempatkan dirinya dengan baik dan mampu<br \/>\nmengakomodir semua karyawan serta dapat menghargai pekerjaan mereka, maka<br \/>\nkekompakan dan semangat kerja akan ter<\/span><span>bangun<\/span><span lang=\"EN-US\">.<br \/>\nBegitupun sebaliknya, jika pemimin tidak mampu menempatkan diri dengan baik<br \/>\nmaka semangat kerja karyawan akan menurun dan akan berpengaruh terhadap<br \/>\nkapasitas dan kwalitas produksi.<\/span><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><\/b><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><span lang=\"EN-US\">Pendekatan<br \/>\nKepemimpinan<\/span><\/b><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Mempimpin sebuah organisasi tidaklah<br \/>\nmudah, apalagi organisasi dalam sebuah perusahaan. Berbagai macam latar<br \/>\nbelakang anggota atau pengurus tidak bisa disamakan akan tetapi harus<br \/>\ndiakomodir sedemikian rupa aga tidak ada yang merasa <\/span><span>lebih unggul dan merasa tidak penting<\/span><span lang=\"EN-US\">.<br \/>\nSaskhin and Morris (1984:272) menyatakan bahwa perilaku organisasi menyarikan<br \/>\ntiga pendekatan studi kepemimpinan, yaitu sifat (<i>trait<\/i>), perilaku (<i>behavior<\/i>),<br \/>\ndan kontingensi (<i>contingency<\/i>). Hughes, <i>et al. <\/i>(2002:7) menegaskan<br \/>\nbahwa kepemimpinan bukanlah suatu posisi tertentu, melainkan suatu proses<br \/>\nkompleks yang melibatkan interaksi antara pemimpin, lingkungan eksternal, dan<br \/>\nbawahan.<\/span><br \/>\n<span><br \/><\/span><br \/>\n<span>Berdasarkan pandangan ini, kepemimpinan<br \/>\ndidefinisikan sebagai proses mempengaruhi kelompok terorganisasi yang<br \/>\nmengarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Beberapa studi empiris<br \/>\npada organisasi bisnis dan nonbisnis menemukan bahwa efektivitas kepemimpinan<br \/>\nberdampak positif terhadap sikap dan perilaku anggota organisasi. Nowack (2004)<br \/>\nmenyimpulkan bahwa pegawai yang menilai atasannya memiliki praktik kepemimpinan<br \/>\nburuk (<\/span><i>poor<\/i><span>) menyebabkan pegawai memiliki kecenderungan lebih tinggi<br \/>\nuntuk keluar dari organisasi, kepuasan kerja rendah, dan stres kerja tinggi.<br \/>\nHasil studi ini mendukung hipotesis bahwa efektifitas kepemimpinan berpengaruh<br \/>\nsignifikan terhadap kepuasan kerja, stres, dan komitmen organisasi.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 31.5pt\">\n<span>Semua anggota dalam tim kerja<br \/>\ndifungsikan sesuai dengan <i>job description<\/i><br \/>\nmasing-masing. Dan masing-masing anggota bertanggung jawab penuh terhadap bidang<br \/>\nmasing-masing. Karena setiap bagian akan berpengaruh terhadap bagian yang lain,<br \/>\nmaka tanggungjawab merupakan hal yang utama dalam bekerja. Dalam hal ini<br \/>\npemimpin harus memposisikan bahwa setiap individu adalah penting keberadaanya,<br \/>\nmenghargai setiap uasaha dalam pekerjaan mereka sehingga tidak ada yang merasa<br \/>\ndirendahkan dan dirasa tidak penting yang justru akan membuat kesenjangan dan<br \/>\nketimpangan dalam bekerja.<\/span><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><i><span lang=\"EN-US\"><br \/><\/span><\/i><\/b><br \/>\n<b style=\"text-indent: 31.5pt\"><i><span lang=\"EN-US\">Reward<\/span><\/i><\/b><b style=\"text-indent: 31.5pt\"><span lang=\"EN-US\"> (Penghargaan)<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 31.5pt\">\n<span>Seperti dikutip dari<br \/>\nWikipedia.org, <\/span><span lang=\"EN-US\">Penghargaan<\/span><span> atau <i>reward <\/i><\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a0ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan<br \/>\natau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu.<br \/>\nPenghargaan biasanya diberikan dalam bentuk <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Medali\" title=\"Medali\"><span>medali<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\">,<br \/>\n<\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Piala\" title=\"Piala\"><span>piala<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\">,<br \/>\n<\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gelar\" title=\"Gelar\"><span>gelar<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\">,<br \/>\n<\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Sertifikat&amp;action=edit&amp;redlink=1\" title=\"Sertifikat (halaman belum tersedia)\"><span>sertifikat<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\">,<br \/>\n<\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Plaket&amp;action=edit&amp;redlink=1\" title=\"Plaket (halaman belum tersedia)\"><span>plaket<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\"><br \/>\natau <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pita\" title=\"Pita\"><span>pita<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\">.<br \/>\nSuatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hadiah\" title=\"Hadiah\"><span>hadiah<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\"><br \/>\nberupa <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Uang\" title=\"Uang\"><span>uang<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\"><br \/>\nseperti <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hadiah_Nobel\" title=\"Hadiah Nobel\"><span>Hadiah<br \/>\nNobel<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\"> untuk kontribusi terhadap<br \/>\nmasyarakat, dan <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hadiah_Pulitzer\" title=\"Hadiah Pulitzer\"><span>Hadiah<br \/>\nPulitzer<\/span><\/a><\/span><span lang=\"EN-US\"> untuk penghargaan bidang<br \/>\nliteratur. Penghargaan bisa juga diberikan oleh masyarakat karena pencapaian<br \/>\nseseorang tanpa hadiah apa-apa.<\/span><br \/>\n<span><br \/><\/span><br \/>\n<span>Dalam sebuah perusahaan perlu<br \/>\njuga diterapkan pemberian hadiah sebagai penghargaan kepada karyawan atas<br \/>\nprestasi kerja yang diperolehnya. Penghargaan tersebut dapat berupa bonus,<br \/>\ntiket liburan keluarga, atau promosi kenaikan jabatan. Pemberian penghargaan<br \/>\ntidak hanya bertujuan untuk menghargai kinerja karyawan, tetapi juga untuk<br \/>\nmengikat karyawan tersebut agar tidak tergoda dengan tawaran dari luar yang<br \/>\nakan membuatnya keluar dari perusahaan tersebut. Disadari atau tidak, jika<br \/>\nseseorang mempunyai prestasi yang bagus dalam melaksanakan tugasnya pasti<br \/>\nbanyak pihak lain baik didalam maupun dari luar yang menginginkan jasanya.<br \/>\nSelain itu juga bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap kemampuan<br \/>\nseseorang dalam bidang tertentu, karena penulis berkeyakinan bahwa seseorang<br \/>\nbutuh pengakuan dalam bidang tertentu.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<b><span lang=\"EN-US\">KES<\/span><\/b><b><span>IMPULAN<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 35.45pt\">\n<span>Dari<br \/>\npenjelasan dan kajian dari beberapa teori diatas, penulis akhirnya menyimpulkan<br \/>\nbahwa semangat kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh upaya pendekatan<br \/>\npemimpin\/pimpinan baik secara individu maupun kelembagaan. Pemberian sebuah<br \/>\npenghargaan dari pimpinan terhadap karyawan atas hasil kerja yang bagus akan<br \/>\nberdampak positif terhadap semangat kerja karyawan. Setiap karyawan harus<br \/>\ndianggap penting dalam setiap tingkatan kerja, sehingga berdampak juga pada<br \/>\npengelolaan perusahaan.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm\">\n<b><span lang=\"EN-US\">P<\/span><\/b><b><span>USTAKA<\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<span lang=\"EN-US\">Hughes,<br \/>\nR.L., Ginnett, R.C., &amp; Curphy G.J. (2002). <i>Leadership: Enhancing the<br \/>\nlesson of experience. <\/i>New Jersey: Prentice-Hall.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<span lang=\"EN-US\">Nowack,<br \/>\nK. (2004). Does leadership practices affect a psychologically healthy<br \/>\nworkplace. <i>Working Paper. <\/i>Consulting Tools Inc.<\/span><span lang=\"EN-US\" style=\"font-size: 12.0pt\"><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<span lang=\"EN-US\">Robbins,<br \/>\nS.P. (1998). <i>Organizational Behavior<\/i>. Sixth Edition. New Jersey:<br \/>\nPrentice Hall.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<span lang=\"EN-US\">Robbins,<br \/>\nS.P. (2001). <i>Perilaku organisasi: Konsep, kontroversi, dan aplikasi<\/i>.<br \/>\nJilid 1. Edisi Delapan. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Prenhallindo<br \/>\n(Pearson Asia Education, Pte., Ltd.).<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<span lang=\"EN-US\">Steers,<br \/>\nR.A. (1995). <i>Organization effectiveness: A behavior view <\/i>(2nd ed.).<br \/>\nJakarta: Penerbit Airlangga.<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-bottom: .0001pt;margin-bottom: 0cm;text-align: justify;text-indent: 36.0pt\">\n<span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;line-height: 107%\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Penghargaan<\/span><\/span><\/div>\n<p><span class=\"fullpost\"><\/p>\n<p><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0foto : lyanda.com oleh : Wahyu Imam Santoso Organisasi tidak hadir dari ketidak sengajaan, juga bukan tanpa sebuah alasan dan tujuan. Organisasi adalah sebuah keharusan yang menjadi bagian dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22,24,31,32,34,42],"class_list":["post-33","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-kepemimpinan","tag-mahasiswa","tag-opini","tag-organisasi","tag-pemimpin","tag-undip"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}