{"id":181,"date":"2012-02-04T06:23:00","date_gmt":"2012-02-04T06:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/masimamwis.wordpress.com\/2012\/02\/04\/mengenali-telur\/"},"modified":"2012-02-04T06:23:00","modified_gmt":"2012-02-04T06:23:00","slug":"mengenali-telur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/2012\/02\/04\/mengenali-telur\/","title":{"rendered":"Mengenali Telur"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: left\">\n<span class=\"fullpost\">Telur merupakan kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga dan industri makanan. Kebutuhan telur yang sangat besar  saat ini dipasok oleh peternak-peternak yang khusus memproduksi telur, dan konsumen hanya tinggal membelinya di warung atau di pasar-pasar.<\/p>\n<p>Kita harus teliti dalam memilih telur sebelum dikonsumsi karena ada kemungkinan telur yang dijual telah rusak atau mengalami penurunan kualitas, hal ini bisa disebabkan akibat terlalu lamanya penyimpanan atau proses angkut.<\/p>\n<p>Ciri telur yang baik dapat dilihat dari bentuk luarnya, antara lain:<br \/>\n\u2022 Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur,<br \/>\n\u2022 Telur dalam keadaan bersih,<br \/>\n\u2022 Kulit telur rata,<br \/>\n\u2022 Isi dalam telur tidak berbunyi jika digoncang,<br \/>\n\u2022 Telur tidak cacat atau retak. Untuk mengetahui kondisi telur retak atau tidak, dengan mengamati ada atau tidaknya garis putih pada permukaan kulit telur. Bila ada garis putih, maka menunjukkan bahwa telur tersebut retak.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut kualitas atau mutu telur atau kesegaran telur, dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:<br \/>\n   <\/span>Telur merupakan kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga dan industri makanan. Kebutuhan telur yang sangat besar  saat ini dipasok oleh peternak-peternak yang khusus memproduksi telur, dan konsumen hanya tinggal membelinya di warung atau di pasar-pasar.<\/p>\n<p>Kita harus teliti dalam memilih telur sebelum dikonsumsi karena ada kemungkinan telur yang dijual telah rusak atau mengalami penurunan kualitas, hal ini bisa disebabkan akibat terlalu lamanya penyimpanan atau proses angkut.<\/p>\n<p>Ciri telur yang baik dapat dilihat dari bentuk luarnya, antara lain:<br \/>\n\u2022 Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur,<br \/>\n\u2022 Telur dalam keadaan bersih,<br \/>\n\u2022 Kulit telur rata,<br \/>\n\u2022 Isi dalam telur tidak berbunyi jika digoncang,<br \/>\n\u2022 Telur tidak cacat atau retak. Untuk mengetahui kondisi telur retak atau tidak, dengan mengamati ada atau tidaknya garis putih pada permukaan kulit telur. Bila ada garis putih, maka menunjukkan bahwa telur tersebut retak.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut kualitas atau mutu telur atau kesegaran telur, dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Meneropong telur<br \/>\nDapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Untuk  meneropong telur, maka bagian ujung telur yang lebih besar ditempelkan pada lampu, karena rongga udara telur terletak pada bagian tersebut. Pada saat meneropong telur akan terlihat bagian dari: rongga udara telur, putih telur dan kuning telurnya.<\/p>\n<p>Telur yang masih segar\/ baru akan terlihat :<br \/>\n\u2022 rongga udara (ada di ujung telur) kecil, semakin kecil semakin bagus.<br \/>\n\u2022 kulit telur mulus, pori-pori kerabang kecil.<br \/>\n\u2022 tidak ada noda di dalam isi telur.<br \/>\n\u2022 kuning telur di tengah, tidak bebas bergerak.<\/p>\n<p>Makin dalam rongga udara yang terbentuk, menunjukkan bahwa umur telur makin lama. Hal ini dikarenakan adanya proses penguapan, sehingga makin lama umur telur maka penguapan makin banyak sehingga rongga udara makin dalam \/ makin bertambah.<\/p>\n<p>2. Merendam telur dalam air<br \/>\nCara lain untuk mengetahui kesegaran atau kualitas telur adalah dengan merendam telur itu, yaitu:<br \/>\n\u2022 Sediakan gelas transparan dengan dasar gelas bergaris tengah agak lebar. Isilah gelas dengan air secukupnya.<br \/>\n\u2022 Masukkan telur ke dalamnya, amati posisi telur setelah sampai di dasar.<br \/>\n\u2022 Bila posisi telur terbaring sempurna di dasar gelas (tenggelam), maka menunjukkan bahwa usia telur masih sangat baru.<br \/>\n\u2022 Bila sebagian telur berdiri (melayang), menunjukkan telur sudah agak lama (diperkirakan umur satu minggu.<br \/>\n\u2022 Bila telur berdiri tegak (mengapung), menunjukkan umur telur sudah lama (antara 2 &#8211; 3 minggu).<\/p>\n<p>3. Memecahkan telur<br \/>\nUsia telur juga bisa dilihat bila kita memecahkan telur di atas piring, kemudian amati:<br \/>\n\u2022 Telur yang masih baru, bila dipecahkan, bagian putihnya terlihat masih kental.<br \/>\n\u2022 Telur dengan usia satu minggu, bagian putihnya lebih melebar.<br \/>\n\u2022 Telur berusia 2 &#8211; 3 minggu bagian putihnya jauh lebih luas lagi, karena makin tua usia telur makin encer.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telur merupakan kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga dan industri makanan. Kebutuhan telur yang sangat besar saat ini dipasok oleh peternak-peternak yang khusus memproduksi telur, dan konsumen hanya tinggal membelinya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11,23,25,26,35,41,44,47],"class_list":["post-181","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-agribisnis","tag-kesehatan","tag-mahsiswa","tag-makanan","tag-pertanian","tag-teknologi-pangan","tag-wirausaha","tag-wisata-kuliner"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}