{"id":159,"date":"2013-01-22T10:38:00","date_gmt":"2013-01-22T10:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/masimamwis.wordpress.com\/2013\/01\/22\/organisasi-dan-idealisme\/"},"modified":"2013-01-22T10:38:00","modified_gmt":"2013-01-22T10:38:00","slug":"organisasi-dan-idealisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/2013\/01\/22\/organisasi-dan-idealisme\/","title":{"rendered":"ORGANISASI DAN IDEALISME"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: left\">\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-indent: -24.55pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>I.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>PENDAHULUAN<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span>Dalam tatanan suatu negara,<br \/>\nmahasiswa merupakan aset yang sangat penting dan berharga. Disamping<br \/>\ndidengung-dengungkan sebagai agen peruhanan, mahasiswa juga merupakan penopang<br \/>\nmoral bangsa. Mahasiswa juga diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang masih<br \/>\nbisa menjaga idealisme dalam menjalankan pemerintahan.dari segi akademik,<br \/>\nmahasiswa dituntut dapat melakukan riset-riset, kajian-kajian ilmiah yang dapat<br \/>\nmenambah dan memperkaya khasanah keilmuan mereka. Disamping itu, mahasiswa juga<br \/>\ndituntut peka terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dan berkemabang di<br \/>\nmasyarakat baik dari segi sosial maupun politik. Menjaga moral dan idealisme<br \/>\nharus tetap dilakukan demi tegaknya tiang perdamaian di negara ini.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"FI\">G<\/span><span>erakan<\/span><span lang=\"FI\"> mahasiswa (GM) adalah gerakan idealis.<br \/>\nidealismenya sebagaimana yang sering kita dengar adalah sebagai agen perubahan<\/span><span lang=\"FI\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">(agent of change)<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">dan agen kontrol sosial<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">(agent of social control).<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">Kedua fungsi ini pada hakekatnya belumlah memadai.<br \/>\nGerakan Mahasiswa, mengutip dari Rama Pratama (1999), mantan ketua Senat<br \/>\nMahasiswa UI (kini BEM-UI) dalam tulisannya &#8220;Gerakan Mahasiswa dan Civil<br \/>\nSociety&#8221;, haruslah berfungsi sebagai<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">director of change<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">(pengarah perubahan).<\/span><\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"FI\">Kedua hal di atas harus<br \/>\ndilakoni oleh gerakan mahasiswa. GM harus berperan aktif dalam kelangsungan<br \/>\nnasib bangsa ini. Peran mahasiswa jika kita telusuri sangatlah banyak.<\/span><span lang=\"FI\">\u00a0<\/span><span lang=\"SV\">Bisa dengan kajian intensif,<br \/>\ndiskusi kontemporer serta demonstrasi menentang pemerintah yang kebijakannya<br \/>\ntidak populis. Setelah aksi yang dilakukan berhasil, misalkan penjatuhan rezim,<br \/>\nmaka setidaknya sudah ada gambaran format kenegaraan yang ideal untuk<br \/>\ndiimplementasikan. GM tidak bisa lagi memberikan<\/span><span lang=\"SV\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">blank<br \/>\ncheck<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">(cek kosong) pada<br \/>\npemerintah.<\/span><\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"SV\">Salah satu mitos yang perlu<br \/>\ndtinjau kembali adalah mitos mahasiswa yang diumpakan seperti film koboi<\/span><span lang=\"SV\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">Shane<\/span><\/i><span style=\"background: white\">.<br \/>\nCerita ini diangkat oleh Arief Budiman, saudaranya Soe Hok Gie, penulis buku<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">Catatan Seorang Demonstran<\/span><\/i><span style=\"background: white\">, karena ada kemiripan secara fungsional.<\/span><\/span><span lang=\"SV\"> <\/span><span lang=\"SV\">Dalam cerita itu,<\/span><span lang=\"SV\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">Shane<\/span><\/i><span style=\"background: white\">\u2014yang<br \/>\ndiperankan Alan Ladd\u2014berduel dengan kepala bandit yang diperankan oleh Jack<br \/>\nPalance. Dalam pertarungan yang seru itu<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">Shane<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">menang. Setelah<br \/>\nmenghabisi sang bandit serta kroni-kroninya, kota menjadi tenang. Melihat aksi<i>Shane<\/i><\/span>\u00a0<span style=\"background: white\">yang hebat, masyarakat memintanya untuk menjadi<br \/>\npemimpin di kota yang malang itu. Namun, sang pahlawan tidak menggubrisnya. Ia<br \/>\nmemacu kudanya kian kencang. Pergi, karena menolak mendapatkan jabatan dan<br \/>\nbalas jasa dari masyarakat.<\/span><\/span><span lang=\"SV\"> <\/span><span lang=\"FI\">Cerita ini<br \/>\nrelevan jika kita kaitkan dengan aksi mahasiswa 1966. Ketika itu banyak aktifis<br \/>\nmahasiswa yang dulunya orator ulung serta jagoan lapangan ditawari jabatan.<br \/>\nJelas ada yang mengambilnya! Tapi sayang, idealisme mantan mahasiswa itu ada<br \/>\njuga yang kendor. Bahkan tercerabut oleh kekuasaan yang hegemonik. Seharusnya<br \/>\nidealisme itu tetap dijaga, jangan pupus di tengah jalan!<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"FI\">Gerakan mahasiswa tidak<br \/>\nselamanya harus mengikut pada konsep koboi di atas. Sebagai contoh, jika rezim<br \/>\ntiran runtuh, maka menurut<\/span><span lang=\"FI\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">frame<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">koboi<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">Shane<\/span><\/i><span style=\"background: white\">,<br \/>\nmahasiswa harus kembali ke kampus. Nah bagaimana dengan implementasi agenda<br \/>\nreformasi? Olehnya itu, gerakan mahasiswa harus menjaga dan mengarahkan arah<br \/>\nreformasi.<\/span><\/span><span> O<\/span><span lang=\"FI\">rientasi<br \/>\nmahasiswa selain sebagai<\/span><span lang=\"FI\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">moral force<\/span><\/i><span style=\"background: white\">,<br \/>\njuga sebagai<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">political force<\/span><\/i><span style=\"background: white\">. GM tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan<br \/>\nkekuatan moral.<\/span>\u00a0<\/span><span lang=\"SV\">Harus juga dengan kekuatan politik. \u201cGerakan mahasiswa<br \/>\nharus menjadi gerakan politik!\u201d Demikian kata Andi Rahmat, ketua umum KAMMI<br \/>\nPusat saat berkuasanya Gus Dur dalam wawancaranya dengan Majalah Islam<i>Sabili<\/i>.<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"SV\">Gerakan politik mahasiswa<br \/>\ntentu beda dengan gerakan politik oportunis. Bagi mahasiswa, kekuasaan itu<br \/>\nhanyalah sarana dan konsekuensi logis untuk perubahan ke depan. Tapi kaum<br \/>\noportunis, biasanya menggunakan banyak \u201ctopeng\u201d untuk meraih kepentingan<br \/>\nsesaat.<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"SV\">Masih ingat kasus Jacob<br \/>\nNuwawea, orang dekatnya Presiden Mega yang juga Menakertrans yang bagi-bagi<br \/>\nduit ke beberapa mahasiswa untuk aksi anti-militer? Jika itu betul, maka<br \/>\nsesungguhnya, itulah sikap oportunistik sesaat yang memalukan telah dilakukan<br \/>\nsegelintir \u201caktivis gadungan\u201d, mengutip bahasanya teman-teman LMND (Liga Mahasiswa<br \/>\nNasional untuk Demokrasi).<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span lang=\"SV\">Politik mahasiswa harus<br \/>\ntetap independen, menjadi oposisi ekstra-parlementer. Tentunya oposisinya yang<br \/>\nkonstruktif. Selama ini memang ada<\/span><span lang=\"SV\">\u00a0<i><span style=\"background: white\">image<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">bahwa<br \/>\noposisi itu acuh tak acuh terhadap pemerintahan. Paradigma ini harus diubah,<br \/>\nbahwa oposisi adalah keniscayaan di era demokrasi.<\/span><\/span><span lang=\"SV\"> <\/span><span lang=\"SV\">Segala kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan<br \/>\nkeputusan negara terkait dengan politik. Misalnya saja demonstrasi mahasiswa.<br \/>\nSelain sebagai kekuatan moral, juga sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan.<br \/>\nKarena dalam realitanya aksi mahasiswa bersama bersama elemen masyarakat bisa<br \/>\nmenurunkan Bung Karno, Soeharto hingga Gus Dur. Ini salah satu gerakan politik<br \/>\nmahasiswa. Artinya bahwa aksi yang lakukan turut berpengaruh terhadap<br \/>\npengambilan keputusan.<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 21.25pt\">\n<span>Dengan demikian, selain<\/span><span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">agent of change<\/span><\/i>\u00a0<span style=\"background: white\">dan<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">agent<br \/>\nof social control<\/span><\/i><span style=\"background: white\">, gerakan mahasiswa<br \/>\njuga sebagai<\/span>\u00a0<i><span style=\"background: white\">director of change. <\/span><\/i><span style=\"background: white\">Mendapat beban itu, ada sebuah pertanyaan untuk<br \/>\naktivis mahasiswa. Mampukah gelaran moral yang berat itu dipikul?<\/span><\/span><br \/>\n<span><span style=\"background: white\"><br \/><\/span><\/span><br \/>\n<span><span style=\"background: white\">Baca Juga :<br \/><b>&#8211; <a href=\"http:\/\/wahyu-oase.blogspot.com\/2018\/12\/sistem-organisasi.html\">Sistem Organisasi<\/a><br \/>&#8211;<a href=\"http:\/\/wahyu-oase.blogspot.com\/2014\/11\/edisi-organisasi-ciri-ciri-manfaat.html\"> Manfaat Organisasi<\/a><\/b><\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-indent: -36.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>II.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>RUMUSAN<br \/>\nMASALAH<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>A.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS belum begitu peka terhadap persoalan sosial dan politik<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>B.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS masih berpandangan bahwa yang terpenting adalah nilai akademik dibanding<br \/>\nkekiatan berorganisasi<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>C.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS belum punya jiwa berorganisasi dan idealisme yang kuat<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-indent: -36.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>III.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>PEMBAHASAN<br \/>\nMASALAH<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt\">\n<span>Dari<br \/>\nbeberapa rumusan masalh diatas, dapat dikaji lebih lanjut sebagai berikut :<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>A.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS belum peka terhadap persoalan sosial dan politik<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Sebagai universitas yang<br \/>\nmayoritas mahasiswanya adalah mahasiswa di bidang kesehatan, tentu tidak<br \/>\nterlepas dengan kegiatan magang, tugas-tugas, kerja laboraturium, kajian jurnal<br \/>\ndan lain sebagainya. Dengan segala kesibukan tersebut terkadang mahasiswa<br \/>\nmerasa jenuh dan stress. Tanpa bermaksud mengesampingkan program studi non<br \/>\nkesehatan. Mahasiswa seakan terkurung dalam dunia akademik saja. Perlu adanya<br \/>\npenyeimbang dari semua itu, yaitu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan<br \/>\nkemahasiswaan dalam organisasi mahasiswa yang ada di UNIMUS. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Kegiatan semacam itu sangat<br \/>\nbermanfaat, selain sebagai penyeimbang rasa jenuh dalam akademik juga<br \/>\ndimaksudkan untuk membuka wacana mahasiswa terhadap persoalan yang muncul di<br \/>\nmasyarakat baik dari segi sosial maupun politik, serta untuk menambah<br \/>\npengalaman berorganisasi dan interaksi sosial agar tidak canggung ketika sudah<br \/>\nlulus dan harus hidup bermasyarakat.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>B.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS masih berpandangan bahwa yang terpenting adalah nilai akademik dibanding<br \/>\nkekiatan berorganisasi<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Sebagai mahasiswa pasti<br \/>\nmenginginkan hasil studi yang terbaik. Tidak ada mahasiswa yang tidak menginginkan<br \/>\nnilai akademik bagus. Bahkan untuk mencapai itu harus dilakukan dengan belajar<br \/>\ntanpa henti, lembur, mengerjakan tugas yang menumpuk dan terkadang dalam ujian<br \/>\nada yang melakukan tindakan tidak terpuji hanya demi mendapat nilai bagus.<br \/>\nSelain menjadi gengsi, nilai tinggi juga menjadi tuntutan dari orang tua yang<br \/>\nmempercayakan kepada anaknya. Karena orang tua juga sudah kerja keras demi bisa<br \/>\nmengirimkan biaya kuliah dan lain-lain. Terkadang semua itu menjadi tekanan<br \/>\nbatin yang mengakibatkan mahasiswa stress.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Dengan tugas yang menumpuk dan<br \/>\nlaporan yang harus cepat diselesaikan membuat mahasiswa hanya terpaku pada<br \/>\ndunia akademik saja. Hal itu yang membuat mahasiswa UNIMUS kurang peka terhadap<br \/>\npersoalan sosial maupun politik. Misal kenaikan BBM dan kasus korupsi yang<br \/>\nmarak diberitakan di media. Hampir di berbagai perguruan tinggi melakukan<br \/>\npenolakan dan aksi terhadap permasalahan tersebut. Tapi mahasiswa di UNIMUS<br \/>\nseakan tak perduli dengan permasalahan itu. Selain karena masih menganggap<br \/>\nnilai akademik yang lebih utama, faktor lain adalah kurangnya wawasan<br \/>\nkebangsaan\u00a0 sosial politik pada mahasiswa<br \/>\nUNIMUS.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: -18.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>C.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>Mahasiswa<br \/>\nUNIMUS belum punya jiwa berorganisasi dan idealisme yang kuat<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Dari penjelasan poin A dan poin B<br \/>\ndapat kita ketahui bahwa minat berorganisasi dikalangan mahasiswa UNIMUS masih<br \/>\nkurang. Perlu adanya proses penyadaran terkait pentingnya berorganisasi pada<br \/>\nmahasiswa. Hal ini penting karena merupakan modal mereka untuk berinteraksi dan<br \/>\nbermasyarakat. Mahasiswa yang digadang-gadang menjadi agen perubahan dan calon<br \/>\npemimpin masa depan harus memiliki pengalaman organisasi dan mempunyai<br \/>\nidealisme yang kuat. <\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt;text-align: justify;text-indent: 17.45pt\">\n<span>Idealisme sangat dibutuhkan oleh<br \/>\nseorang mahasiswa. Untuk menumbuhkan rasa idealisme harus lewat berorganisasi.<br \/>\nDengan berorganisasi kita jadi mengerti rasanya kebersamaan, mengerti arti<br \/>\nkepemimpinan, dapat menata mental, membangun relasi dan lain sebagainya. Idealisme<br \/>\nharus tetap terjaga jika kita menginginkan tatanan negara yang baik. Banyak<br \/>\nmahasiswa yang kehilangan jati diri dan idealismenya ketika sudah bergelut<br \/>\ndibidang politik atau bergabung di partai politik. Hal itu sangat mungkin<br \/>\nkarena dalam politik memang banyak sekali kepentingan yang dapat mengendurkan<br \/>\nidealisme. Dapat kita ketahui bersama dalam pemerintahan sekarang ini, seorang<br \/>\nyang dulunya dianggap mempunyai idealisme yang sangat kuat malah justru<br \/>\nsekarang menjadi koruptor kelas kakap. Seorang yang seharusnya menjadi contoh,<br \/>\nyang dulunya menjadi panglima salah salu organisasi mahasiswa terbesar di<br \/>\nIndonesia justru tidak menggambarkan hal yang terpuji.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 60.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-indent: -36.0pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>IV.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>KESIMPULAN<br \/>\n<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 14.15pt\">\n<span>Dari beberapa uraian diatas dapat<br \/>\ndiambil kesimpulan bahwa peran mahasiswa terhadap pembangunan negara sangat<br \/>\npentig. Diperlukan pondasi yang kuat dalam perjalanan menuju tatanan negara<br \/>\nyang baik. Moral dan idelaisme menjadi pondasi yang harus dimiliki seorang<br \/>\nmahasiswa yang nantinya akan menjadi pelopor perubahan dan calon-calon pemimpin<br \/>\nmasa depan. Untuk menata moral dan idelaisme memang perlau dilatih melalui<br \/>\nberorganisasi, baik diinternal kampus maupun eksternal. Hal itu dimaksudkan<br \/>\nagar ketika kita menjadi pemimpin suatu saat nanti, kita menjadi pemimpin yang<br \/>\nmemang benar-benar dapat dipercaya. Memang susah memberi penyadaran kepada<br \/>\nmahasiswa untuk turut aktif berorganisasi. Tetapi selagi ada niat dan keinginan<br \/>\nkuat pasti ada jalan untuk menuju kebaikan.<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: 14.15pt\">\n<\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify;text-indent: -35.45pt\">\n<!--[if !supportLists]--><span>V.<span>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<\/span><\/span><!--[endif]--><span>PUSTAKA<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div style=\"line-height: 150%;margin: 0cm 0cm 11.25pt 42.55pt;text-align: justify;vertical-align: baseline\">\n<span lang=\"EN-US\"><span lang=\"IT\">http:\/\/www.kammi.or.id,<\/span><\/span><span lang=\"IT\">\u00a0<\/span><span><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify\">\n<span>http:\/\/edukasi.kompasiana.com\/2012\/02\/25\/kemerosotan-sikap-idealisme-mahasiswa\/<\/span><\/div>\n<div class=\"MsoListParagraph\" style=\"line-height: 150%;margin-left: 42.55pt;text-align: justify\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n<span class=\"fullpost\"><\/p>\n<p><\/span><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>I.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 PENDAHULUAN Dalam tatanan suatu negara, mahasiswa merupakan aset yang sangat penting dan berharga. Disamping didengung-dengungkan sebagai agen peruhanan, mahasiswa juga merupakan penopang moral bangsa. Mahasiswa juga diharapkan menjadi pemimpin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24,32],"class_list":["post-159","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-mahasiswa","tag-organisasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imam.dosen.unimus.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}